Thursday, November 14, 2013

Workbook : Perjalanan Dari Padang Panjang Ke Bukittinggi

Pandai Sikek, menurut wikipedia merupakan nagari (desa) yang berada di Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Saya melaluinya dalam perjalanan dari Padang Panjang ke Bukittinggi minggu lalu. Desa ini merupakan tempat industri rumahan tenun, yang paling terkenal adalah songketnya.
Pasti banyak yang tidak menyadari bahwa saking besarnya apresiasi Pemerintah untuk desa ini sehingga menempatkannya sebagai gambar dalam uang pecahan Rp 5.000,-.
Karena terlalu singkatnya waktu yang saya miliki, saya hanya sempat mengunjungi toko-toko penampung hasil karya para pengrajin. Lain waktu saya sudah bertekad akan berkunjung langsung ke rumah-rumah penduduk.

Kami menuju salah satu penampung yang cukup besar. Begitu sampai disana saya terkejut karena orang melakukan tawar menawar dalam Ringgit Malaysia. Sampai saya bertanya ke pemilik toko, apakah saya bisa bertransaksi dalam rupiah. Pemilik toko kemudian bercerita, transaksi memang dilakukan dalam dua macam mata uang, hal ini untuk mengakomodasi pembeli yang banyak datang dari Malaysia. Pembeli dari Malaysia ini biasanya terkejut dan tidak jadi membeli bila mendengar harga dalam Rupiah yang sampai ratusan ribu bahkan jutaan. Sedang dalam Ringgit kira-kira besarnya sepertiga nilai rupiah.

Barang-barang yang dijual umumnya terdiri dari selendang, kerudung, kain, songket, gamis, kopiah dan sebagainya yang semuanya ditenun dan disulam. Harganya berkisar antara Rp 25.000,- untuk kerudung, Rp 200-300 ribu untuk gamis dan 2-3 juta untuk songket.
Disana juga ada batik dan sandal kulit. Waktu saya tanya ternyata itu didatangkan dari Jawa, bukan produk asli mereka.
Saya sempat berpikir desa sekecil itu kok bisa sampai bisa dikenal sampai ke negara tetangga. Dugaan saya karena pengaruh kota Padang Panjang dengan Perguruan Diniyah Putri - nya yang sangat terkenal. Perguruan yang didirikan pada tanggal 1 November 1923 ini merupakan sekolah islam khusus putri yang pertama di Asia Tenggara yang dalam pendiriannya didukung oleh petinggi-petinggi Malaysia bahkan diakui sampai ke Mesir. Sejak dulu banyak muridnya yang berasal dari negara tetangga, Malaysia. Semoga perjalanan berikutnya, saya sempat berkunjung kerumah rumah warga untuk melihat langsung proses pembuatan songket.




       <<<Hal 62∞                                                 ∞Hal 64>>>

1 comment: