Pasti koleksi batik dong? Udah berapa lembar? Atau mungkin udah berlemari lemari?
Iya tentu saja koleksi. Kalau ditanya berapa lembar, banyak sudah, banyak banget. Tapi nggak sampai beberapa lemari sich. Soalnya aku nyarinya batik tulis dan motifnya klasik. Tapi bisa juga dibilang banyak sich koleksinya.
Ada yang tua usianya?
Bukan yang paling tua, tapi paling mahal ada. Harganya nggak akan aku sebutin ya. Yang unik dari batik ini adalah dibatik diatas bahan kasmir. Kasmir itu adalah bahan yang paling tipis, paling ringan, tapi paling hangat. Jadi seharusnya tidak bisa membatik diatas kasmis, nah ini bisa, karena itu mahal.
Buatan mana?
Pengrajinnya dari Pekalongan dan tersedia di Binhouse.
Cara bedain batik tua usianya dengan batik yang masih baru bagaimana?
Dibatik tulis selalu tercantum tanggal pembuatannya dan juga nama pembuatnya. Jadi dari situ bisa diketahui usia selembar kain batik.
Wah sudah lama sekali, dari aku kecil ya.
Sejak 2009, saat batik mulai diklaim oleh Malaysia. Saat itu pikiran aku, harus berbuat sesuatu. Apalagi banyak orang Indonesia kalau ditanya soal batik, banyak nggak tahu-nya. Jadi harus dibikin bukunya yang terjangkau berbagai kalangan.
Ada dong artis yang mengenakan baju rancangan Mas Iwet, siapa aja tuch? Ada nggak momen yang berkesan saat artis tersebut mengenakan baju rancangan Mas Iwet?
Umm...momen yang berkesan...sebenarnya aku nggak seberapa memperhatikan hal itu. Bagiku, mereka suka dan memakainya, udah senang. Beberapa nama yang pakai ada Arlin Andita, Ayu Dewi, Ersa Mayori, Novita Angie, Anjasmara...siapa lagi ya, banyak sich.
Mas Iwet langsung bekerja sama dengan pengrajin batiknyakah?
Iya, aku langsung dengan pengrajinnya di Pekalongan. Aku ikutin proses pembuatannya. Aku bisa bilang batik aku buatan aku sendiri, soalnya aku design sendiri motifnya dan nggak ada ditempat lain.
Berarti macam batik kontemporer begitukah?
Ooo nggak, motif yang aku buat semuanya masih motif klasik.
Batik khan sudah bermotif ya, kira kira perhiasan seperti apa yang cocok dikenakan dengan batik?
Paling pas emas, atau kalau tidak, perhiasan handmade yang berwarna keemasan. Mutiara juga bisa.
Semoga buku karya Iwet Ramadhan ini bisa membantu kita kita yang masih juga muda untuk lebih termotivasi menggunakan yang kemudian berubah menjadi mencintai batik. Selamat Hari Batik warga negara Indonesia. Selembar kain penuh dengan cerita ini sepenuhnya ada ditangan kalian kelestariannya.
<<<Hal 30∞ ∞Hal 32>>>

No comments:
Post a Comment