Dikumpulkan dari beberapa artikel kemudian djadikan satu. Kemudian dikemas dalam bentuk tanya jawab biar lebih mudah dibaca. Siap? Here we go...
Sejak kapan kerajinan manik manik ini dimulai didesa Gudo?
Warga Gudo sudah mengenal manik-manik sekitar tahun 1970-an. Perintis kerajinan ini adalah Wachid dan Sugiyo. Awalnya bahan kaca itu dibentuk buah-buahan, bunga, dan tasbih. Baru tahun 1980 beralih ke manik-manik. Perubahan dimulai ketika ada dua warga Kalimantan datang dan minta dibuatkan kalung manik-manik seperti contoh yang dibawa. Setelah dicoba, ternyata berhasil baik. Kreasi baru ini dengan cepat diterima pasar. Sejak itu, perkembangan manik-manik Jombang pun semakin pesat.
Biasanya manik manik Gudo dibuat apa saja sich selain untuk perhiasan?
Bisa untuk koleksi, hiasan, keperluan adat, dan sebagai interior. Kalau untuk hiasan sudah umum. Belakangan diketahui, ternyata keindahan manik-manik bisa dipadukan dengan interior. Misalnya dengan hiasan gordin, tempat tidur, kursi, sampai kap lampu. Tergantung kemampuan desainer untuk memadukannya.
Ide motifnya datang dari mana?
Biasanya melihat diinternet, motif motif apa saja yang sedang ngetrend. Tapi juga ada yang benar benar etnik, misalnya manik manik yang khusus pesanan untuk suku Dayak Kalimantan ataupun masyarakat NTT. Juga pesanan khusus dari luar negeri.

Bahan bakunya apa sich?
Yang jelas kaca. Tetapi kebanyakan menggunakan kaca bekas, jadinya ramah lingkungan. Dan teknik yang dipakai adalah teknik ciptaan sendiri. Alat alatnya pun masih tradisional. Tidak menggunakan mesin.
Prosesnya seperti apa sich kok bisa jadi manik manik?
Manik manik banyak dibuat dari kaca kaca bekas. Botol botol kosong atau pecahan pecahan kaca dari pabrik dicairkan didalam wadah tembikar. Setelah cair, dibentuk batangan batangan kaca.
Diatas tungku (terbuat dari batu bata) dan silinder gas (yang disusun sedemikian rupa sehingga nyala apinya mirip seperti solder), pengrajin manik manik memanggang batangan batangan kaca dengan alat bantu dari kawat yang dilapisi kaolin sebagai pembatasnya. Supaya panas saat memanggang kaca tidak mengenai telapak tangan para penggrajin. Setelah jadi manik manik, maka manik manik ini biasanya dihiasi dengan menggunakan manik manik biji (seed bead) berwarna dari Jepang / Taiwan yang terlebih dulu juga diubah menjadi batangan. Suhu yang dibutuhkan untuk membuat kaca kaca ini meleleh adalah 1300 derajat celsius *wow*
Berapa sich harganya yang umum?
Harganya berkisar antara Rp 7 ribu hingga Rp 60 ribu.
Paling tidak, sekelumit informasi ini bisa menjadi dasar buat kita bahwa manik Gudo benar benar buatan tangan yang dikerjakan hanya oleh beberapa orang saja. Support mereka yuukkss...
Paling tidak, sekelumit informasi ini bisa menjadi dasar buat kita bahwa manik Gudo benar benar buatan tangan yang dikerjakan hanya oleh beberapa orang saja. Support mereka yuukkss...
Credit to :
No comments:
Post a Comment